free counter

Real Madrid, Satu-Satunya Jawara Liga Champions yang Hancur dalam Waktu Tujuh Bulan

Ibc-Bet Pilihan Indonesia

Ibc-bet ini merupakan situs permainan bola yang sudah sangat banyak yang mengetahui mulai dari kalangan remaja sampai kalangan orang tua karena permainan ini selain menarik juga memberikan keuntungan yang besar jika para pemain berhasil memenangkannya tapi situs ini juga tidal lupa untuk memebrikan beberapa hal bantuan yaitu berita bola, jadwal bola dan prediksi bola semua yang akan kami berikan ini sudah dibuktikan oleh semua kalangan pemain maka dari itu juga situs ini sudah banyak yang sangat percaya dan hasil prediksi yang kami berikan ini sudah sangat akurat dan terpercaya maka dari itu tidak perlu lagi khawatir untuk menentukan siapa yang menang karena kami sudah menyediakan prediksi ini

Musim 2018/19 ini merupakan bencana bagi Real Madrid. Mereka dipastikan bakal menutup musim tanpa trofi mayor setelah banyak kesulitan yang melanda sejak awal. Madrid terpuruk terlalu dalam.

Tidak ada yang benar-benar memahami apa yang sebenarnya terjadi pada Madrid. Para pemain tampak lesu dan kehilangan sentuhan terbaik mereka. Laga-laga yang seharusnya mudah justru gagal mereka menangkan.

Kesulitan Madrid terlukis pada tiga kali pergantian pelatih. Julen Lopetegui dianggap gagal, Santiago Solari ditunjuk. Tak lama, giliran Solari yang dianggap tak cukup bagus, Zinedine Zidane pun dipanggil kembali.

Nahasnya, meski pelatih berganti, masalah Madrid tetap sama. Di era Zidane sekarang, Madrid beberapa kali tampil lesu dan buruk.

Aitor Karanka, mantan asisten Jose Mourinho ikut menyuarakan pendapatnya soal situasi Madrid sekarang. Menurutnya, kembalinya Zidane sebenarnya telah menghadirkan ketenangan di dalam skuat Madrid.

Biar begitu, tampaknya pengaruh Zidane tidak langsung bisa menghapus aura negatif itu. Madrid lesu karena mereka tidak berjuang mengejar satu trofi pun.

“Kembalinya Zidane telah mengembalikan ketenangan [pada Real Madrid]. Setelah kalah dari Ajax dan dua kali kalah dari Barcelona, ada banyak suara-suara sumbang [dari dalam dan dari luar klub],” ujar Karanka di Marca.

“Musim ini berjalan sulit, dan saya sudah pernah mengalami situasi yang sama. Sangat sulit untuk terus berjuang ketika anda tidak bermain untuk apa pun atau untuk menjuarai apa pun.”

Masalahnya, kegagalan Madrid musim ini begitu kontras. Mereka baru saja mencatat sejarah sebagai klub yang sukses menjuarai Liga Champions dalam tiga musim beruntun, lalu tepat di musim berikutnya segalanya hancur hanya dalam tujuh bulan.

“Real Madrid adalah satu-satunya klub yang mampu menjuarai Liga Champions dalam tiga musim beruntun dan langsung krisis dalam tujuh bulan berikutnya,” tandas dia.

Kini, tugas berat dipikul Zidane. Dia harus membawa Madrid mengakhiri musim ini sebaik mungkin dan mulai membangun skuat musim depan.

Semua informasi informasi tentang bola yang kami berikan ini sudah banyak yang membuktikan jadi sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi dan juga situs ini akan selalu memberikan informasi tentang bola terbaru setiap harinya maka
dari itu jika para pemain tidak ingin ketinggalan dengan hal tentang bola terbaru kunjungilah selalu situs ibc-bet.xyz kami ini

Berita Bola, Jadwal dan Prediksi Bola Terbaru © 2017 Agen Sbobet Resmi